Kamis, 13 Desember 2012

Benang Kusut

Ada seseorang yang tanya ke ane, pertanyaanya mungkin berhubungan dengan organisasi kemahasiswaan yang dia pegang sekarang, yah dia memang salah satu pimpinan di organisasi itu,. Pertanyaannya gini..

"Ada sebuah benang yang kusut, untuk meluruskannya kembali seseorang menariknya ke kanan dan seseorang lainnya menarik ke kiri secara perlahan. Hasilnya sebagian besar benang sudah terurai tapi ada satu titik yang jadi sangat kusut dan sulit diuraikan lagi.
Apa yang harus dilakukan? 
memutuskannya kah? atau membiarkannya kusut?"

Sudah kebayang kan, mungkin saking rumitnya masalah sampe-sampe untuk tanya aja pake analogi benang kusut, haha...
Nah lo gimana jawabnya? 
Ane jawab pake analogi juga begini, Penjahit gak mau pusing dengan benang kusut, dia mungkin langsung potong dan ganti benang baru, tapi beda cerita kalo ditangan Si peserta tarik tambang, justru ikatan itu jadi berguna, biar semakin erat genggamannya.

Sedikit penjabaran, memang kebanyakan orang yang mungkin karena kuarang sabar, diuber waktu, atau mau yang sempurna jadi memandang sesuatu yang berbeda dengan keingginan dianggap sebuah masalah yang harus cepet dibuang. Tapi ternyata yang berbeda dan gak diinginkan itu justru bisa sangat berguna dengan sedikit perlakuan yang berbeda. Jadi sebetulnya yang bermasalah itu pola pikir kita. Inget "gak ada yang diciptakan dengan sia-sia".


Ikan mas gak bakal tumbuh besar di air yang keruh, tapi ikan lele cepet berkembang di air keruh. SEPAKAT..?!!!

Doraemon vs Nobita

Doraemon dan Nobita, pasti pada tau kan?
Ini film favorit ane waktu SD, dan hebatnya sampai sekarang masih suka tayang di RCTI.
Ulas sedikit tentang film Doraemon ya. Cerita kartun karangan Fujiko F. Fujio dibuat sejak tahun 1969, ceritanya tentang seekor robot kucing bernama Doraemon diutus ke bumi abad 21 untuk bantu Nobita yang selalu buat ulah. Keduanya sangat akrab bahkan Si Doraemon sudah dianggap keluarga oleh Nobita.
"Doraemon vs Nobita"
Adakah yang salah dengan dua tokoh kartun ini?
Sebenarnya gak ada masalah antara Doraemon dan Nobita di dalam cerita. Judul itu diambil dari perbedaan antara Si Doraemon dan Nobita. Doraemon berperan sebagai problem solver, sedangkan Nobita sebagai problem maker. Sepakat..??
Nobita digambarkan selalu bikin masalah, ngeluh, penakut, irian, nilai ujiannya jelek, penuh harap dengan Shizuka. Sedangkan Doraemon selalu ada cara untuk mecahin masalah Nobita, robot penyabar dengan seribu ide (aneh memang, robot kok punya perasaan dan pikiran, tapi sah aja namanya juga kreativitas imajinasi). Dari kedua tokoh kartun ini mana yang lebih kamu suka? Hampir bisa ditebak jawabannya Doraemon, yah pasti karena sifatnya tadi.

Yok mulai sekarang kita belajar jadi "Doraemon", hidup penuh manfaat dengan segala potensi diri yang ada (kalo ada kelemahan di satu sisi itu sudah sunatullah).
SIAP..??!!!

Sabtu, 08 Desember 2012

Excess 2011 Himatemia, Universitas Lampung

Logo Excess 2011 Himatemia, Universitas Lampung



Id Card Excess 2011 Himatemia, Universitas Lampung

Aksi Damai Hari Bumi, Himatemia - Himasylva Universitas Lampung

 Spanduk aksi damai Hari Bumi, Himatemia - Himasylva Universitas Lampung


 Stiker aksi damai Hari Bumi, Himatemia - Himasylva Universitas Lampung

Gamist Fossi FT, Universitas Lampung

Logo


Poster Kegiatan GAMIST, FOSSI FT, Universitas Lampung

Si Otak Kanan atau Si Otak Kiri?

Ada yang baru denger ada otak kanan dan otak kiri?
Mungkin timbul pertanyaan, apa bedanya otak kanan dan kiri?
Pasti pernah kita temuin ada orang yang pandai di sekolah/kampus, tapi tidak pandai bergaul. Sebaliknya ada orang yang pandai bergaul, tapi kurang pandai di sekolahnya. Semacam ini disebabkan kurang imbangnya otak kanan dan otak kiri. Lah kok bisa?

Nah di sini kita bahas sedikit apa itu otak kanan dan otak kiri tapi bukan dalam perspektif biologi ya, hanya sedikit ilmu secara umum tentang fungsi dan efeknya aja.

Otak besar kita dibagi jadi belahan kiri dan belahan kanan, atau lebih dikenal dengan otak kiri dan otak kanan. Ternyata berdasarkan penelitian hubungan otak kiri-kanan dan saraf motorik itu saling bersilangan. Otak kiri akan mengaktifkan bagian badan sebelah kanan (misal tangan dan kaki kanan), sedangkan otak kanan mengaktifkan bagian badan kiri.

Otak kiri dan kanan puya fungsi yang beda-beda. Otak kiri berfungsi untuk hal-hal yang berhubungan dengan logika, itung-itungan, baca, nulis atau bisa disebut pusatnya Intelligence Quotient (IQ). Sedangkan otak kanan berfungsi untuk berimajinasi, kemampuan bersosialisasi, kominikasi, nyanyi, lukis, nari atau disebut pusat Emotional Quotient (EQ).
Orang yang dominan otak kiri punya karakter suka angka, kata-kata, analisisnya baik, selesaikan sesuatu dengan sistematis atau sesuai panduan dan kurang bisa bersosialisasi, sedangkan orang dominan otak kanan lebih suka visual, suara, subjektif, selesaikan sesuatu dengan acak (pake gaya sendiri), pandai bergaul dan lebih kreatif.

Doug Hall bilang, dominasi kerja otak orang mempengaruhi kepribadian :
Si otak kanan : humoris, simple, menyenangkan, boros, lebih percaya intuisi, berantakan-kacau, ide = ekspresi diri, lebih memilih perasaan sebagai solusi masalah, suka bertualang, bermimpi besar, tukang sorak, “pelanggar aturan”, bebas, spontan.
Si otak kiri : serius, rumit, membosankan, hemat, lebih percayai fakta, rapi-terorganisir, ide = profitabilitas, lebih memilih keilmuan, hati-hati, berpengetahuan umum, pendukung diam, pembuat aturan, konservatif, mudah ditebak.


Terus mana yang lebih baik, otak kiri atau otak kanan?
Idealnya otak kiri dan kanan seimbang, tapi mungkin sulit karena dari kecil kita lebih ditekankan untuk cerdas otak kiri, ya kan? Mulai SD, selama di sekolah disuapin ilmu matematika dan baca, sedangkan ilmu penunjang kecerdasan otak kanan dikit (hanya olah raga dan keterampilan/kesenian). Belum lagi ditambah bimbingan belajar bahasa inggris dll, wah makin mampet tu otak kanannya.

Sekarang, coba kita inget-inget siapa temen kita yang pinter untuk urusan sekolah atau kampus? Terus siapa juga temen kita yang pinter gambar, nyanyi, atau olahraga? Next perhatiin gimana sifat atau tingkah lakunya masing-masing...

Jadi gimana cara seimbangin otak kiri dan kanan?
Otak kiri dan kanan bisa dilatih keseimbangannya, cara sederhananya mulai biasakan pekerjaan ringan dengan tangan kiri atau kaki kiri (untuk yang dominan otak kiri), misal ketik SMS, operasikan mouse komputer, tendang bola, tapi selagi tidak bertentangan dengan norma ya (makan, bersihkan kotoran, salaman, dll). Atau latihan tulis + gambar pake kedua tangan.

Oke cukup dah, setelah baca tadi sudah bisa tentuin kan kamu sekarang di posisi yang mana, Si kanan kah or Si kiri kah. Semoga bermanfaat ya…